Pembinaan Kelompok SPP PNPM MPD Desa Panembangan

Kamis, 10 September 2015 | 6732 Kali
Pembinaan Kelompok SPP PNPM MPD Desa Panembangan

Pembinaan SPP PNPM Desa Panembangan

Kamis, 10 September 2015.

PEMBINAAN kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Pembinaan dilakukan agar kelompok SPP tak hanya mendapatkan manfaat berupa pinjaman dana saja, tetapi juga terampil dalam mengelola dana pinjaman itu. Dengan demikian, anggota kelompok berpotensi lebih besar dalam memperoleh nilai tambah dari kegiatan simpan pinjam di desanya.

Dalam rangka mengaktualisasikan salah satu tanggungjawabnya, hari ini tanggal 10 September 2015, UPK Kecamatan Cilongok melakukan kunjungan di Kelurahan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan pembinaan terhadap semua kelompok SPP PNPM MPd desa Panembangan.
Menurut Septia Mita selaku pembicara dari UPK kec. Cilongok, mengatakan bahwa "kunjungan yang dilakukan kali ini adalah untuk memberikan pembinaan administrasi kepada semua anggota kelompok SPP yang masih aktif. Kegiatan yang sudah menjadi bagian dari rencana kegiatan sebagaimana dalam Rencana Kerja Tahunan UPK Tahun Anggaran 2015 tersebut, agar semua kelompok SPP di Desa Panembangan dapat menjadi kelompok yang tertib administrasi dengan pengelolaan keuangan kelompok yang baik pula." Ujar Septia Mita.

Kegiatan pembinaan administrasi ini diikuti 6 kelompok dari desa Panembangan sendiri. Dalam pembinaan tersebut semua pengurus UPK yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan kasir bersama Fasilitator Kecamatan bertindak sebagai nara sumber, dan materi yang disampaikan lebih difokuskan pada cara pengisian buku kas harian kelompok dan pencairan dana pinjaman.

Hasil akhir yang menjadi target pelaksanaan pembinaan administrasi kelompok SPP ini adalah terbentuknya kelompok SPP Desa Panembangan yang tidak hanya mampu mengelola keuangan kelompok dengan baik, namun lebih jauh lagi semua pengurus kelompok yang ada tersebut dapat memiliki kemampuan dasar dalam hal penataan keuangan secara administratif di kelompok masing-masing. Dengan pengetahuan dasar administrasi keuangan tersebut, kelompok diharapkan mampu melakukan pengembangan secara mandiri, baik dalam kelompoknya sendiri maupun di organisasi lainnya.


Related Posts

Font
Selasa, 01 September 2015
Font
Selasa, 01 September 2015

Komentar